Peculiar Vacation and Other Illnesses (2012)
Sutradara: Yosep Anggi Noen (Indonesia)
Menonton film terbaru Yosep Anggi Noen ini seperti melihat murid Tsai Ming-liang membuat film yang 100% ber-setting bumi Nusantara. Hadirnya satu film lagi yang mengedepankan kemanusiaan dengan segala kelogisan dan anti-logisnya dalam sinema Indonesia tak pelak menjadi pencapaian tersendiri.
The Tree of Life (2011)
Sutradara: Yosep Anggi Noen (Indonesia)
Menonton film terbaru Yosep Anggi Noen ini seperti melihat murid Tsai Ming-liang membuat film yang 100% ber-setting bumi Nusantara. Hadirnya satu film lagi yang mengedepankan kemanusiaan dengan segala kelogisan dan anti-logisnya dalam sinema Indonesia tak pelak menjadi pencapaian tersendiri.
The Tree of Life (2011)
Sutradara: Terrence Malick (USA)
"Unless you love, your life will flash by," Ketika Terrence Malick berbicara cinta dan rindu terhadap keluarganya.
"Unless you love, your life will flash by," Ketika Terrence Malick berbicara cinta dan rindu terhadap keluarganya.
As I was Moving Ahead Occasionally I Saw Brief Glimpses of Beauty (2000)
Sutradara: Jonas Mekas (USA)
Film ini mengajak kita ke suatu tempat, tempat yang mungkin merupakan fragmen dari surga, dan tempat dimana kita bisa merayakan art dan life secara bersamaan.
Film ini mengajak kita ke suatu tempat, tempat yang mungkin merupakan fragmen dari surga, dan tempat dimana kita bisa merayakan art dan life secara bersamaan.
Nekromantik (1987)





Sutradara: Jörg Buttgereit (West Germany)
Nekromantik tidak sekedar menjadi film eksploitasi erotisme menyimpang bagi para penggemar horror. Ternyata ini adalah film yang memiliki nilai-nilai seni.
The Fall of the House of Usher (1928)





Sutradara: James Sibley Watson & Melville Webber (USA)
Sebuah adaptasi yang unik dari kisah gothic klasik tersebut, terlebih lagi, sebuah pengalaman visual sepanjang tiga belas menit yang sangat berkesan.
The Word (1955)





Sutradara: Carl Theodor Dreyer (Denmark)
Dreyer menguji dan mengeksplorasi sifat dasar dari dari “faith” atau keyakinan yang universal walau penggambarannya melalui sebuah keluarga yang menganut ajaran agama tertentu.
Enter the Void (2009)





Sutradara: Gaspar Noé (Prancis/Jerman/Italia)
Gaspar Noe membawa kita ke dunia indah dengan warna-warni fluorescent. Dengan graphic sex encounter yang lebih banyak namun sedikit tampilan kekerasan dibanding Irreversible, Enter the Void dapat didapuk langsung sebagai cult classic.
Belkibolang (2010)
Sutradara: Agung Sentausa, Ifa Isfansyah, Tumpal Tampubolon, Rico Marpaung, Anggun Priambodo, Azhar Lubis, Wisnu Surya Pratama, Edwin, Sidi Saleh (Indonesia)
Anthology personal tentang kota Jakarta tercinta ini. Bervariasi dalam segi tone dan mood yang ditimbulkan, mulai dari yang menasehati, menggairahkan, segar sampai yang menimbulkan kesan hanya begitu saja.
Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives (2010)





Sutradara: Apichatpong Weerasethakul (Thailand/France/UK/Spain)
Pemenang Palem Emas yang paling eksperimental dan sekaligus menantang dalam hal plot cerita.
9 Songs (2004)





Sutradara: Michael Winterbottom (UK)
Film erotis yang tidak terkesan malu-malu. Seks yang dilakukan dalam film ini benar-benar dilakukan. Tetapi apa yang ditawarkan oleh Winterbottom tidak lebih dari eksploitasi hubungan antar manusia yang sedang jatuh cinta.




