9 Songs (2004)

(UK)
Sutradara: Michael Winterbottom

Rating:
Bayu Wiratama


// 5 Desember 2010
Oleh: Bayu Wiratama

Masih tabunya elemen seks vulgar dalam film membuat 9 Songs menjadi salah satu film unik yang tidak bijak ditonton bersama pacar atau orang tua. Dalam review kali ini, saya akan membahas tentang film seks yang diakui sebagai salah satu film yang penuh kontroversi. Film ini kontroversial karena dalam perilisannya banyak mengandung adegan-adegan seksual, dimana adegan seksual nya dilakukan secara nyata dan juga memperlihatkan adegan ejakulasi nya.

Disutradari oleh sutradara asal inggris Michael Winterbottom. Winterbottom melejit berkat karya nya yang berjudul “Butterfly Kiss” yang bertema lesbian. Winterbottom juga dikenal dengan ciri khas nya yang gemar mengeksploitasi hubungan antar manusia dan juga mengandung unsur gairah di setiap filmnya.

9 songs bercerita tentang seorang glaciologist muda yang bernama Matt  yang sedang terkepung oleh es-es di kutub selatan,tiba-tiba saja ia mengingat kisah cinta nya yang dulu bersama Lisa. Mereka dulu bertemu di dalam sebuah konser musik dan mereka melakukan hubungan seksual setelah acara konser tersebut selesai. Dan mereka terus melakukan hal itu selama berbulan-bulan,hingga akhirnya Lisa tinggal serumah dengan Matt dengan diselingi oleh adegan-adegan pertunjukkan konser dari Black Rebel Motorcycle Club,The Von Bondies,Elbow,Primal Scream,The Dandy Warhols,Super Furry Animals,Franz Ferdinand, dan Michael Nyman.

Awal saya membaca synopsis film ini,saya hanya menganggap film ini hanya film biasa dengan unsur seks yang biasa juga. Tapi,setelah menyaksikan langsung dengan mata kepala saya sendiri, saya terkejut dengan apa yang disajikan oleh Michael Winterbottom. Memang, dari segi cerita sangat-sangat biasa sekali (kalau tidak mau dibilang jelek) tapi unsur-unsur seks yang dimasukkan dalam film ini sangat tidak biasa. Apa yang saya lihat dalam film ini mengingatkan saya pada Intimacy karya Patrice Chereau dan juga Lie With Me Dimana adegan seks nya dibuat dengan nyata dan tidak dibuat-buat.  Pertama-tama saya mengacungkan dua jempol untuk aktor dan aktris nya yang sangat total dalam film ini. Mereka mau melakukan adegan unsimulated sex dan tidak seperti kebanyakan film erotis lain yang masih terkesan malu-malu. Untuk mereka yang sensitif terhadap eksploitas seks yang vulgar dalam sebuah film, 9 Songs perlu dihindari karena Winterbottom tidak meninggalkan pemandangan dari kelamin masing-masing pemain dan berbagai macam gaya yang dipraktekan di dalam ranjang semakin menekankan kalau seks yang dilakukan dalam film ini benar-benar dilakukan. Jika anda ingin mendapatkan film yang bercerita padat, jangan harap anda bisa mendapatkannya dalam film ini. Karena apa yang ditawarkan oleh Winterbottom tidak lebih dari eksploitasi hubungan antar manusia yang sedang jatuh cinta.

Dan saya juga tidak melupakan penampilan-penampilan band-band disini. Dimana semua band ataupun musisi menampilkan permainan terbaiknya. Karena film ini, saya mulai jatuh cinta dengan Black Rebel Motorcycle dengan lagu nya "Whatever Happened to My Rock n Roll" dan juga tentunya Franz Ferdinand. Overall, 9 Songs merupakan salah satu film erotis yang paling gila yang pernah saya tonton sampai saat ini.

1 komentar:

  1. teman saya meminjamkan Dvd film ini ke saya. baru saya tonton hari ini & kebetulan banget nemu ulasan ini. hehe.
    film ini memang beneran vulgar, mata sampe melotot, kepala pusing. seandainya ngga disempilin performa live band2 itu, ini mungkin cuma film porno. saya setuju soal jeleknya cerita film ini.

    BalasHapus